Selasa, 12 Januari 2010

Tentang Pendampingku

Ya Allah, mengetahui kini aku tak lagi seorang diri. Aku mempunyai seorang wanita yang sejauh ini menemaniku lewati hari berbalut waktu. Ia yang menerima kekuranganku, kekasaranku, ke-egois-an, serta kehausan ambisiku menata segalanya. Aku bersyukur setengah mati dalam hati, mencoba mengingatkan diriku, bahwa ini adalah yang terbaik, tak bisa lagi aku mengharapkan yang lebih dari ini. Ia mengangkat senyumku Tuhan, ia menghapus sepiku dari kemurunganku. Betapa sederhana adanya kehadiran wanita ini, namun sungguh besarnya manfaat yang aku dapatkan. Aku tak punya banyak keinginan selain menjaganya agar tetap bertahan di sampingku, aku tak punya niatan lain terkecuali menaruh senyum mengembang pada wajah cantiknya. Wajah yang selalu terbayang ketika aku senang, bahkan ketika aku kalut sekalipun.

Allah, beri aku segala kesabaran dan kebaikan dalam usaha membahagiakannya, dalam usaha memberikan pencapaian terbaik dalam hidupku dan hidupnya. Ia berharga, lebih berharga dari segala kesenangan masa mudaku, lebih berharga dari yang aku percaya. Sungguh ia sebenarnya berarti lebih dari yang kuartikan.


Teruntuk, Vita Andriani

Sabtu, 05 September 2009

Indahnya Mimpi Hanya Mimpi

Bungan tidur, kenapa ia muncul kembali?
Mengisi penuh mimpi semalam dengan kedekatan, ouh penuh keintiman.
Apa alasan itu terjadi?
Hanya karna kubaca namanya menjelang kumenutup mata?
Suatu ketidak sengajaan yang ternyata mengantarnya ke dalam mimpi?
Ini sebenarnya indah, ini sebenarnya menyenangkan sungguh
Sekaligus membuat hati sedih, sedih ketika kusadar bahwa ini hanya mimpi belaka
Sedih karna kutau ia tak merasakan hal yang sama
Betapa ini sesuatu yang sesungguhnya perlu ada, atau kuhapuskan selama - lamanya?

Jumat, 19 Juni 2009

Bahagia entah sebab apa

Ketika hari ini ku tutup penuh rasa syukur atas kemurahan hatinya. Malam semakin larut, pertokoan dan butik butik memadamkan lampunya. Para karyawan berganti pakaian bersiap siap pulang menuju rumah, namun tak sedikit pula yang masih duduk serius di depan komputer guna menghitung income seharian tadi. Aku memperhatikan dengan tenang dan seksama, mereka ceria, mereka bersantai ria. Meski jarum jam tengah menunjuk angka sepuluh malam. Aku berbaur dengan ratusan pengunjung lainnya, ada orang tua yang menggandeng anaknya yang kecil dan lucu, dua sejoli yang sedang berpacaran, ada pula sekumpulan anak muda berfoto ria di depan cermin sisi pertokoan. Semua terasa menenangkan. Kiranya setelah pembicaraan dengan seorang teman yang mengatakan akan resign di bulan oktober dan membuka usaha sendiri. Rasa senang bukan main, meski usaha itu tak ada kaitannya denganku. Hanya saja bahagia ketika aku tau seorang teman baikku kan mempersiapkan masa tuanya sedari sekarang, insya Allah mendapati apa yang ia cari.

Suatu masa dimana rasa bahagia dan menenangkan itu kudapati di tengah ramainya dan lalu lalang pengunjung. Dibawah naungan gedung megah itu, manusia mempunyai tujuan berbeda beda. Meski mereka berada di tempat yang sama serta waktu yang sama. Senyum yang berkembang di wajah mereka pun dapat dipastikan karna hal yang berbeda satu sama lain.

Maka aku bersyukur, entah karna apa. Hanya merasa hidup ini begitu indah sehingga terlalu sayang jika kuisi dengan tindakan minus serta terbelakang. Terlebih rasa peduli satu sama lain itu lagi lagi, menemukan pasangannya. Maha Baik Allah.

Selasa, 26 Mei 2009

23:49

maaf hanya untuk satu
kekurangan yang tak terhindarkan
rasa suka yang tak terkendalikan
tak mampu meninggalkan
hanya seorang.....

jalannya panjang
tak elak sesak pada dada
tak terhapus sakit di hati
kecewa seribu pasti
namun, bahagia dalam kecewa

dan ini bertahan
kebodohan macam apa
ketulusan tak berguna
kesabaran tiada makna
hanya mengamati.....

ketika sesuatu yang mengecewakan pasti, bahkan sudah terjadi.

=============================================

hei, apa sayang harus mengenal seperti kata mutiara?
apa cinta peduli siapa yang membawanya?
pantas tidak pantaskah kamu menilai pantas tidak pantasnya aku merasa?

Sabtu, 23 Mei 2009

Sunyinya Kepedulian

menjadi bagian dari sesuatu yang tinggi memang menyenangkan.
menjadi bagian dari sesuatu yang indah memang menenangkan.
merasakan segalanya dalam kemudahan memang kebahagiaan.
tapi bukan berarti itu pertanda,
pertanda bahwa dia harus meninggalkan yang lain dalam kesulitan.
bukan berarti pertanda dia harus memalingkan muka dari ketidak mampuan yang lain.
karna jika bisa memilih, setiap manusia akan memilih kemudahan dan keindahan.
bahkan penghuni akhirat pun akan memilih surga yang indah dan menyenangkan.
hanya saja, jika bisa memilih.....


jadi apakah pantas dia meninggalkan yang lain dalam kesempitan dan kejenuhan?
apakah benar jika ia tak mengacuhkan sapaan yang lain berkali-kali?
bagaimana bisa ia tak menjawab permintaan tolong yang lain?
maka ia merugi dan buta. bahkan jiwanya sengsara karna tlah melupakan yang lain.
karna jiwanya mengerti dan ingat,
yang lainlah yang tlah mengantar dia ke tempat yang tinggi,
yang lainlah yang menunjukkan padanya jalan menuju keindahan,
yang lainlah yang menuntunnya ke tempat yang segalanya berisi kemudahan.

maka ia hidup dalam kematian. jiwanya berteriak meminta pertolongan.
namun hatinya tlah tuli,
mulutnya tlah bisu karna keindahan dan kemudahan yang kini ia rasakan.
kini teriakan jiwanya tak terdengar, tangisan jiwanya tak berarti untuknya.
sungguh kasihan.


yang lain melihatnya dari kejauhan,
berharap ia segera sadar dan kembali ingat pada kesulitan.
yang lain meminta pada Allah agar buta, tuli dan bisu padanya segera dihilangkan.
bukan demi dirinya yang kaya, bukan demi dirinya yang hidup dalam kemudahan,
tapi demi jiwa dalam dirinya yang menderita, berteriak nyaring meminta pertolongan.
demi jiwanya yang menangis dalam kesunyian.

Jumat, 22 Mei 2009

ganti profesi

eh luna maya nyanyi ya? hmm suaranya boleh deh, sebenernya ditunjang lagunya yang emang uda enak (suara berharap - hijau daun). mantap mantap.... memang lagi musimnya selebritis berpindah profesi sedari sinetron jadi penyanyi, olga dari presenter jadi nyanyi, titi kamal dari dunia sinetron dan film sekarang jadi penyanyi juga. dan indra brugman dari sinetron kabarnya lagi nyiapin album dia yang genre nya dangdud mania hihihihaha. buat gw itu sah sah aja, kalo tukul bilang "kesempatan ngga dateng dua kali". aji mumpung? hm ya itu nada sumbang yang sebenernya ingin melakukan hal yang sama, tapi ga bisa! hihihihi. ga dapet kesempatan yang sama sebenernya.

ketika pintu rezeki terbuka lebar dan berada di jalan yang benar (halal) kenapa tidak? ditolak ya sayang ya. toh mencari rezeki itu susah dan mesti sabar, berdasarkan pengalaman gw sih begitu. cuma yang mungkin perlu diperhatikan ketika seseorang mau berpindah profesi, semisal dari sinetron menjadi penyanyi, perhatiin dulu kali ya di dunia sinetron itu apa yang uda dicapai. secara kalo di satu bidang kita belum mencapai suatu prestasi namun berganti profesi lagi, ganti lagi, dan lagi. kapan mencapai prestasi nya? belum apa apa uda gonta ganti terus. kecuali memang dirasa tidak competent di bidang itu, i guess. yang kedua, capable kah kita terjun ke bidang yang baru ini? jikalau tidak baiknya melakukan persiapan sebanyak mungkin. karna indahnya laut sungguh terasa ketika kita menyentuh terumbu karang jauh dibawah permukaan air. kurang lebih begitu kali ya....

all the way ini pemikiran awam gw aja. any yours?

19:20

ya Allah..............
ko gw kangen sesuatu ya
tapi gw ga tau kangen sama siapa dan apa
hmmm....... tarik nafas yang paling dalam, dan hembuskan
cuma itu yang bisa gw lakuin sekarang